Langsung ke konten utama

Cara Perawatan Lift


Perwatan/pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan khususnya Lift selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya. Maintenance atau pemeliharaan juga dilakukan untuk menjaga agar Lift tetap berada dalam kondisi yang dapat di gunakan dengan aman. Pemeliharaan yang efektif akan mengarah pada hal-hal sebagai berikut:
a.    Kapasitas pemeliharaan sarana prasarana terpenuhi secara maksimal.
b.    Dapat meminimalkan biaya per unit kerja.
c.    Dapat mengurangi resiko kegagalan dalam memenuhi keinginan pelanggan yang berkaitan dengan sarana prasarana
d.   Dapat menjaga keselamatan pegawai, lingkungan kerja dan masyarakat sekitar dari bahaya yang mungkin muncul dengan adanya proses kerja.
e.  Dapat memastikan sekecil mungkin resiko yang dapat membahayakan lingkungan di sekitar

Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap Lift di waktu yang akan datang. Dalam pemeliharaan terencana terdapat instrument pengendalian dan instrument pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari instrument manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif, pemeliharaan prediktif, dan pemeliharaan korektif.
Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa instrument yang dilakukan sebelumnya. Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan suatu komponen
tidak memenuhi kondisi normal. Pekerjaan yang dilakukan dalam pemeliharaan preventif adalah mengecek, melihat, menyetel, mengkalibrasi, melumasi, membersihkan dan pekerjaan lain yang bukan penggantian suku cadang berat.
Pemeliharaan preventif membantu agar peralatan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pabrik pembuatnya. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan berdasarkan pada hasil kinerja alat yang diperoleh dari pekerjaan pemeliharaan prediktif atau adanya anjuran dari pabrik pembuat alat tersebut. Apabila pemeliharaan preventif dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan informasi tentang kapan mesin atau alat akan diganti sebagian komponennya. Pemeliharaan rutin dilakukan selang waktu satu bulan sekali. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada Laporan Perwatan Elevator. Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat, komponen yang diganti, dan kinerja peralatan. Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai alat, sehingga dapat direncanakan untuk menggantinya pada saat yang ditentukan.

Teknis Perawatan Lift yang dilakukan MACHESA
Secara umum perawatan lift dapat di bagi pada beberapa lokasi perawatan, diantaranya:
A.    Ruang Mesin (Machine Room)
Ruang mesin adalah ruang terpenting, dimana diruangan tersebut terjadinya semua proses pengoperasian Lift berlangsung secara keseluruhan.. Perawatan yang dilakukan di dalam ruang mesin yaitu mengecek komponen diantaranya:
Ø  Panel Kontrol (controller)
Yang di lakukan saat service
·      Periksa sekering
·      Periksa relay – relay
·      Periksa kabel-kabel, terminal, kencangkan baut-baut yang kendor
·      Periksa tahanan / resistor
·      Periksa Interphone


Ø  Motor Penggerak
Motor penggerak elevator ini memiliki asupan daya tegangan bolak-balik (AC) dari PLN yang sangat berperan dalam pelaksanaan kerja elevator, motor penggerak ini mempunyai kemampuan putar antara 50 putaran per menit sampai dengan 210 putaran per menit. Dengan kapasitas tegangan motor yang disesuaikan dengan kapasitas angkut.
Motor penggerak ini dilengkapi dengan rem magnet (magnetic brake) yang berfungsi menahan motor ketika kereta telah sampai pada lantai yang dituju, pergerakan cepat atau lambatnya elevator diatur oleh Inverter yang terintegrasi controller. Motor penggerak dalam menarik dan menurunkan elevator menggunakan tali baja (wire rope) yang melingkar pada puli
mesin (sheave).
Yang di lakukan saat service
·      Periksa terminal – terminal sambungan kabel
·      Periksa pelumas gearbox (jika menggunakan motor gearbox)
·      Bersikan body mesin dari pelumas

Ø  Rem Motor
Yang di lakukan saat service
·      Periksa cara kerjanya, penyetelan yang sesuai standar akan memberikan umur yang maksimum pada rem.
·      Periksa sepatu/kampas rem
·      Periksa semua bagian – bagian yang bergerak, terutama pin – pin dan baut – baut serta mur, kencangkan jika kendor.

Ø  Roda Penggerak (main sheave)
Yang di lakukan saat service
·      Periksa alur kabel baja (wire rope)
·      Periksa baut – baut pengikat
·      Berikan gemuk (grease) pada bantalannya (bearing)
·      Periksa pisik roda penggeraknya

Ø  Pengindera Kecepatan (Governoor)
Governor adalah komponen penggerak utama dalam elevator, didalam governor ini terdapat saklar yang berfungsi untuk menonaktifkan semua rangkaian sehingga otomatisasi elevator mati dan tidak berfungsi. Selain saklar juga terdapat pengait rem, pengait rem ini berfungsi untuk menghentikan kawat selling dan kawat selling ini menarik rem yang ada di kereta elevator.
Yang di lakukan saat service
·      Periksa kabel baja
·      Cek triping speednya baik itu secara mekanik atau secara elektri
·     Periksa switch triping nya

B.    Ruang Luncur
Ruang luncur adalah lorong atau lintasan dimana kereta tersebut bergerak naik dan turun. Lubang ini harus merupakan lubang tertutup dan tidak ada hubungan langsung ke ruang di luarnya kecuali untuk lubang dua buah lift berdampingan. Komponen di ruang luncur (Hoistway) antara lain:
Ø  Guide Rail atau Rel Pemandu, Profil baja khusus pemandu jalanya kereta (car) dan bobot pengimbang (Counterweight). Ukuran rel untuk kereta/car biasanya lebih besar dari pada rel bandul pengimbang/counterweight. Guide rail ini terpasang tegak lurus dari dasar pit sampai di bawah slap ruang mesin.
Yang di lakukan saat service
·      Periksa dan kencangkan baut – baut pengikat pada braketnya.
·      Ratakan sambungan – sambungan rel yang tidak rata.
·      Jika menggunakan roda pemandu (roller Guide Shoe) bersihkan yang dilalui oleh roller dan jangan terkena oli atau pelumas lainnya.
Ø  Limit Switch/ Saklar Batas Lintas, Ada tiga jenis saklar batas lintas yaitu untuk membalik arah (direction switch), final switch dan slow switch. Biasanya komponen ini terpasang di rel kereta, dipasang dibagian bawah dan dibagian atas rel. Yang berfungsi untuk menjaga agar kereta tidak menabrak pit atau lantai kamar mesin.
Ø  Vane Plate/ Pelat Bendera, Dipasang di rel kereta yang berfungsi untuk membaca level lantai, mengatur pemberhentian kereta pada lantai yang dikehendaki dan mengatur pembukaan pintu pendaratan (landing door).
Ø  Landing Door/ Pintu Pendaratan, Terdiri dari beberapa bagian, antara lain door hanger, door sill, dan door panel. Berfungsi untuk menutup ruang luncur dari luar. Pada hall door ini dipasang alat pengaman secara seri sehingga apabila salah satu pintu terbuka maka lift tidak akan bisa dijalankan.
Yang di lakukan saat service
·      Periksa daun pintu, baut – baut pengikat, roller – roller penggantung dan door guide shoe
·      Periksa penggantung pintu (hangers).
·      Periksa kontak pintu

A.    Kereta (Car)
Kereta adalah kotak dimana penumpang naik dan dibawa naik turun. Kereta ini dihubungkan langsung dengan bobot pengimbang (Counterweight) dengan tali baja lewat pully penggerak di ruang mesin.
Ø  Car Door/ Pintu Kereta, Terdiri dari beberapa bagian, antara lain: door hanger, door sill, door panel dan door mekanisme yang mengatur buka tutup pintu. Berfungsi untuk menutup kereta dari luar. Pada pintu kereta (car door) ini dipasang alat pengaman secara seri dengan pintu pendaratan/ landing door sehingga apabila pintu terbuka maka lift tidak dapat dijalankan.
Yang di lakukan saat service
·      Periksa daun pintu, baut – baut pengikat, roller – roller penggantung dan door giude shoe
·      Periksa door switch
·      Periksa sensor pintu (curtain light sensor)
·      Periksa triangle key
·      Periksa roller – roller nya

Ø  COP (Car Operating Panel), Ada satu atau lebih COP. Biasanya terletak pada sisi depan kereta (front return panel). Pada panel tersebut terdapat tombol-tombol lantai dan tombol pengatur buka tutup pintu.
Yang di lakukan saat service
·      Periksa fungsi dari tombol – tombol

Ø  Interphone, Biasanya terletak pada COP (pada lokasi yang mudah dicapai) yang berfungsi untuk mengadakan komunikasi (dalam keadaan tertentu) antara kereta, kamar mesin (Machine Room) dan ruang kontrol gedung.
Ø  Alarm Buzzer, Yang berfungsi untuk memberi tanda bila lift berbeban penuh atau tanda-tanda lain.
Ø  Switcing Box, Biasanya menjadi satu dengan COP. Yang terletak dibagian bawah COP secara tertutup (yang dapat dibuka hanya dengan kunci khusus) didalamnya terdapat tombol-tombol pengatur.
Ø  Floor Indicator, Nomor penunjuk lantai dan arah jalannya kereta. Biasanya terletak disisi atas pintu kereta (transom) atau pada COP.
Periksa dan ganti jika ada indicator yang rusak
Ø  Lampu Darurat atau Emergency Light, Biasanya terletak diatas atap kereta, fungsinya untuk menerangi kereta dalam keadaan darurat  (listrik mati) dengan sumber battery.
Periksa kontak pengamannya, llift akan berhenti jika pintu darurat di buka
Ø  Saklar Pintu Darurat (Emergency Exit Switch), Terletak pada pintu darurat diatas kereta, fungsinya untuk memastikan agar kereta tidak berjalan apabila pintu darurat dibuka untuk proses penyelamatan.
Ø  Safety Link, Mekanisme penggerak alat pengaman (safety device) diatas kereta yang dihubungkan dengan governor di kamar mesin. Berfungsi untuk menahan kereta over speed ke bawah (dalam keadaan darurat).

B.     Ruang lekuk dasar (Pit)
Ø  Buffer, Terletak di dua tempat yaitu: satu set untuk kereta dan satu set untuk beban pengimbang/counterweight. Berfungsi untuk meredam tenaga kinetik kereta dan bobot pengimbang pada saat jatuh.
Ø  Governoor Tensioner, Merupakan pully berbandul sebagai penegang rope governor yang terletak di pit.

Jika Anda membutuhkan Jasa Perawatan Lift dan Escalator.
Silahkan Hubungi: WA 081281870279


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis - Jenis Pengaman Pada Lift

Pada dasarnya setiap alat transfortasi yang dibuat haruslah memenuhi beberapa aspek, salah satu yang paling penting adalah Faktor keamanannya. Karena, mau senyaman apapun sesuatu dibuat atau mau sehebat apapun teknologi alat transfortasi diciptakan, kalau itu membahayakan tentu tidak akan ada yang mau memakainya. Bukan begitu sahabat semuanya? Ya, termasuk dibidang alat transfortasi vertikal atau biasa disebut lift.  Pada jaman dahulu, manusia sudah terlebih dahulu menciptakan alat bantu angkat angkut barang atau orang untuk keperluan naik turun bangunan yang lebih dari satu lantai. barulah pada Tahun 1852 Orang bernama Elisha Otis menciptakan alat angkat angkut (Elevator) yang aman. Elevator yang dirancang oleh Elisha Otis ini bisa automatis berhenti aman apabila kabel penariknya (Seling) putus. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan coba share apa aja sih alat pengaman (safety) yang terpasang pada lift yang sering kita gunakan. 1. Seling Baja Setiap kabin lift ditarik oleh 2 hin...